Sitemap

Jumat, 21 Juli 2017

Imam Masjidil Aqsa Ditembak Tentara Israel

kumparan - Seorang imam Masjidil Aqsa tertembak tentara Israel dalam kericuhan pada Selasa malam (18/7). Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi Masjidil Aqsa yang memanas setelah Israel menutup akses ke masjid suci umat Islam itu.



Berdasarkan laporan media-media berbahasa Arab, Syaikh Ikrima Sabri, imam sekaligus pemberi khutbah di Al-Aqsa Jumat tertembak peluru karet tentara Israel dalam kericuhan tersebut. Foto-foto Sabri yang terduduk di kursi roda di rumah sakit menyebar di media sosial.

Mengutip Abarah Press, Syaikh Sabri tertembak saat terjadi demonstrasi yang berakhir ricuh di depan pintu al-Asbat di Masjidil Aqsa. Massa memprotes penempatan gerbang elektronik di pintu al-Aqsa dan penempatan kamera-kamera pengawas.

Tentara Israel melepaskan tembakan peluru karet dalam peristiwa itu, mengenai Syaikh Sabri. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, 14 orang terluka dalam peristiwa tersebut.

Disebutkan Syaikh Sabri mengalami luka bakar dan tembak. Dalam foto-foto yang beredar, ada tiga luka menganga di kedua kakinya. Namun nyawanya masih bisa diselamatkan.

Israel menutup akses dan meningkatkan keamanan di Al-Aqsa usai pembunuhan dua polisi Israel di kawasan itu. Ibadah salat Jumat menjadi terganggu karena warga menolak masuk melalui pintu elektronik Israel.

Syaikh Ekrima Sa'id Sabri

Syaikh Sabri pernah menjadi Imam Besar Masjidil Aqsa antara 1994 dan 2006 sebelum digantikan oleh Mohammed Hussein. Syaikh Sabri pekan lalu diinterogasi tentara Israel terkait pembunuhan polisi.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras penutupan Masjidil Aqsa oleh Israel sejak pekan lalu. MUI mendesak pemerintah Indonesia bertindak agar Israel membuka kembali masjid suci umat Islam itu.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Anwar Abbas dalam konferensi pers di kantor MUI, Jakarta, Kamis (20/7), mengatakan Israel harus segera membuka kembali Masjid Al Aqsa. MUI, kata Anwar, mendesak agar pemerintah Indonesia bertindak melalui PBB.

"Meminta agar pemerintah Indonesia berinisiatif menekan Dewan Keamanan PBB supaya mengadakan sidang khusus," kata Anwar.

Selain itu MUI juga mendesak Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk segera mengadakan pertemuan khusus membahas hal tindakan Israel tersebut.

Sedangkan untuk masyarakat Indonesia, MUI mengimbau umat Islam di Indonesia membaca doa qunut nazilah demi keamanan Al-Aqsa dan masyarakat Palestina.

Sumber : kumparan.com


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.WebLog.web.id di inbox anda:


0 komentar:

Posting Komentar