Sitemap

Jumat, 13 Juli 2018

Mengenal Lebih dalam Tentang Kehamilan ektopik

Setiap wanita pasti menginginkan untuk mengandung terutama bagi yang sudah menikah dalam waktu yang cukup lama namun belum diberi momongan. Jikapun hamil, masing-masing wanita memiliki resiko tersendiri dan salah satunya adalah terjadinya kehamilan di luar kandungan dan komplikasi tersebut hanya terjadi 2% dari kehamilan yang ada di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia tersendiri, kasus tersebut terjadi antara 1 dari 28 persalinan hingga 1 dari 329 persalinan.

Deteksi Kehamilan ektopik

Dalam dunia medis, kehamilan yang terjadi di luar kandungan disebut dengan kehamilan ektopik dimana terjadi kehamilan saat sel telur yang telah dibuahi menempel di bagian yang lainnya selain rahim. Umumnya, kehamilan ektopik ini terjadi di bagian tuba falopi sehingga kehamilan di bagian ini disebut juga dengan kehamilan tuba. Di beberapa kasus, selain di tuba falopi, kehamilan ektopik juga terjadi di bagian rongga perut, indung telur ataupun pada bagian leher rahim atau serviks.

Umumnya, komplikasi pada kehamilan yang terjadi di luar kandungan ini akan berakhir dengan aborsi untuk keselamatan sang ibu. Hal tersebut disebabkan daerah atau organ yang ditumbuhi oleh sel telur tersebut, selain rahim, tidak dirancang atau tidak bisa dipergunakan untuk tempat tumbuh kembang sang embrio sebelum lahir. Karena hal tersebutlah, embrio tidak bisa berkembang secara maksimal dan menyebabkan kematian embrio atau janin. Bahkan karena kasus kehamilan ektopik ini, sekitar 16%-nya menyebabkan kematian pada sang ibu disebabkan karena kandungan pecah yang menyebabkan pendarahan.

Untuk mengatasi hal tersebut atau melakukan pencegahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka harus dilakukan deteksi sejak dini kehamilan di luar kandungan. Sekitar 50% wanita akan mengalami sakit perut hanya di satu sisi, tidak munculnya siklus menstruasi serta terjadinya pendarahan ringan di bagian vagina. Selain gejala tersebut dan USG langsung terutama jika mengalami pendarahan berat pada vagina, gejala berikut sebaiknya Anda perhatikan dengan baik, yaitu:
  • Sakit pada panggul.
  • Terjadinya kram perut.
  • Bagian bahu, leher dan selangkangan yang terasa sakit.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Kepala pusing dan berputar bahkan sering ingin pingsan.


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.WebLog.web.id di inbox anda:


0 komentar:

Posting Komentar