Pekerja Yang Pantang Menyerah

Geri meminta pada salah satu office boy di kantornya untuk menghilangkan noda luntur di bajunya. Office boy yang sedang bertugas pagi itu adalah Hadi. Baik Geri maupun Hadi paham bahwa mencuci baju bukanlah tugas seorang office boy. Tapi mau bagaimana lagi. Geri baru menyadari bahwa kemeja putihnya berona warna pink ketika sampai di kantor. Pagi ini dia secara terbu-buru pergi karena takut terlambat.

Pasalnya akan ada meeting penting yang akan dimulai pada pukul sepuluh. Dan dia harus menyiapkan semua bahan presentasinya dengan sempurna. Meski dalam perhitungannya bahan untuk meeting itu dapat dia selesaikan, namun ada kendala lain yang mengganjal. Baju yang dia kenakan ternyata kurang OK.

Untuk itu Geri meminta tolong dengan sangat pada Hadi untuk menghilangkan noda luntur di bajunya. Hadi sendiri bukannya tidak mau membantu, tapi dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghilangkannya. Sepengetahuan dia sebuah baju apalagi yang berwarna putih akan sulit menjadi cemerlang kembali jika sudah terkena luntur dengan warna lain. Walaupun begitu Hadi tidak mau menyerah begitu saja. Dia tidak ingin mengecewakan Geri. Meski bukan atasannya langsung tapi dia paham betul bahwa kemeja tersebut sangat penting bagi Geri.

Kemeja Putih Baru

Dengan sigap Hadi pergi keluar kantor, dan dalam 15 menit kemudian dia sudah menghadap Geri kembali. Dengan sangat menyesal dia bilang dia tidak berhasil mengembalikan kemeja putihnya seperti semula, tapi dia sudah membeli sebuah kemeja putih yang terbaru. Mendengar itu Geri pun tersenyum. Dia tidak hanya menggantikan uang yang dibelanjakan Hadi berlipat ganda, tapi sepanjang karirnya dia tidak akan pernah melupakan kebaikannya.

Belum ada Komentar untuk "Pekerja Yang Pantang Menyerah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel